Selasa, 29 Oktober 2013

Makalah Keanekaragaman Hayati

Bab 1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
               Keanekaragaman hayati di Indonesia termasuk dalam goolongan tertinggi di dunia,jauh lebih tinggi dari Amerika dan Afrika yang sama – sama beriklim tropis,apalagi jika dibandingkan dengan negara yan beriklim sedang dan dingin.Sebagai bangsa indonesia kita haruslah berbangga dan jangan berkecil hati karena keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia sangatlah banyak,bahkan sebagian flora dan fauna hanya terdapat di indonesia,tidak negara lain.
               Di Indonesia da[at dikenal 2 ekosistem yaitu ekosistem darat dan ekosistem air,ekosistem sendiri dapat di definisikan sebagai  suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.
               Karena keanekaragaman hayati di Indonesia sangat luar biasa,kita selaku rakyat Indonesia haruslah bisa memanfaatkanya,jangan pernah menyia-nyiakanya karena tidak semua negara memilikii kekayaan hayati seperti Indonesia.Inilah alasan saya memilih judul makalah “Potensi Keanekaragaman Hayati Bagi Rakyat”.
1.2 Tujuan Penulisan
               Makalah ini saya buat bertujuan untuk mengingatkan sekaligus menyadarkan rakyat Indonesia kalau Keanekaragaman hayati di Indonesia ini sangat kaya dan bisa menjadi suatu peluang yang bisa meningkatkan kesehjateraan rakyat Indonesia.
1.3 Rumusan Masalah
1.      Pengertian Keanekaragaman Hayati
2.      Manfaat Keanekaragaman Hayati
3.      Perlindungan Keanekaragaman Hayati
4.      Potensi yang dimiliki dalam keanekaragaman hayati di Indonesia







Bab 2
Pembahasan
2.1 Pengertian Keanekaragaman Hayati
               Keanekaragaman Hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup dari semua sumber, termasuk diantaranya, daratan, lautan dan ekosistem akuatik lain serta kompleks-kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya; mencakup keanekaragaman di dalam spesies, antara spisies dan ekosistem. Tanggal 22 Mei ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai Hari Keanekaragaman Hayati (Hari Kehati) Sedunia yang menandai waktu diselesaikannya naskah final Convention on Biological Diversity (CBD) atau Konvensi mengenai Keanekaragaman Hayati pada 22 Mei 1992.
               Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di daerah khatulistiwa memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Di dunia ini diketahui ada beberapa mega center of biodiversity dan Indonesia menduduki nomor dua setelah Brazil. Dari segi kekayaan jenis tumbuhan, hewan dan mikroba, Indonesia memiliki 10% jenis tumbuhan berbunga yang ada di dunia, 12% binatang menyusui, 16% reptilia dan amfibia, 17% burung, 25% ikan dan 15% serangga, walaupun luas daratan Indonesia hanya 1,32% seluruh luas daratan yang ada di dunia. Apabila diperkirakan seluruh dunia ada sekitar 2 juta jenis serangga, maka di Indonesia ada sekitar 300 ribu jenis. Khususnya di dunia hewan, Indonesia juga mempunyai kedudukan yang istimewa dari 515 jenis mamalia besar, 36% endemik; 33 jenis primata, 18% endemik; 78 jenis paruh bengkok, 40% endemik; dan dari 121 jenis kupu-kupu, 44% endemic.
2.2 Manfaat Keanekaragaman Hayati
Ada pembagian untuk manfaat dari keanekaragaman hayati,yaitu :
1.      Manfaat dari segi Ekonomi.
2.      Manfaat dari segi Ilmu Pengetahuan.
3.      Manfaat dari segi Pariwisata.
4.      Manfaat dari segi Budaya
5.      Manfaat dari segi Ekologi
6.      Manfaat dari segi Farmasi
7.      Manfaat dari segi Industri
               Disamping itu,keanekaragaman hayati Indonesia sebagian telah dimanfaatkan, sebagian baru diketahui potensinya, dan sebagian besar lagi bahkan namanya saja belum diketahui (diidentifikasi). Keanekaragaman hayati tersebut merupakan tumpuan hidup manusia, karena setiap orang membutuhkannya untuk menopang kehidupan, sebagai sumber pangan, pakan, bahan baku industri, farmasi dan obat-obatan. Salah satu pemanfaatan keanekaragaman hayati adalah melalui perdagangan tanaman obat dengan nilai perdagangan tanaman obat dan produk berasal dari tumbuhan termasuk suplemen.
               Berdasarkan data dan prediksi atas nilai perdagangan tanaman obat pada tahun 2000 telah mencapai 43 miliar dollar AS dan meningkat menjadi 60 miliar dollar AS pada tahun 2002. Tahun 2012 diprediksi lebih dari 200 miliar dollar AS, dan tahun 2050 akan semakin besar menjadi 5 triliun. Nilai ekonomi dari keanekaragaman hayati di Indonesia yang menghasilkan devisa bagi  penerimaan negara antara lain di sektor industri, pertanian, kehutanan dan kesehatan.
Dari segi kegunaan, manfaat keanekaragaman hayati sangat besar  untuk keperluan farmaseutika, biofarmaka, herbal, pangan, papan maupun hias ornamental dan hobi serta penyedia jasa lingkungan. Demikian pula peran hutan sebagai penyerap CO2 semakin diakui sejak KTT bumi 1992, dan berlanjut sampai Kyoto Protocol 1997 dan Bali Road Map 2007.

2.3 Langkah – Langkah Pemerintah dalam Menjaga Keanekaragaman Hayati Indonesia
               Dalam dua dasawarsa terakhir, telah terjadi pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berlebihan sehingga mengancam kelestarian tatanan dan fungsi eksosistem. Padahal keanekaragaman hayati merupakan unsur pembentuk kelestarian lingkungan hidup yang berfungsi  sebagai penopang utama kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia.
               Demi pembangunan berkelanjutan, maka di tahun 1994 Pemerintah Indonesia  telah meratifikasi Konvensi Keanekaragaman Hayati yang di dalamnya terdapat tiga kegiatan utama yaitu:
1.      Konservasi keanekaragaman hayati;
2.      Pemanfaatan secara lestari dan komponennya;
3.      Pembagian keuntungan yang adil  atas pemanfaatan sumber daya genetika.
Inilah beberapa hal yang dilakukan pemerintah untuk melindungi keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia.


2.4 Potensi yang dimiliki Keanekaragaman Hayati Indonesia
               Ada beberapa potensi yang bisa dikembangkan dari keanekaragaman yang dimiliki oleh Indonesia,yaitu:
1.    Pariwisata Lingkungan
               Bentuk keajaiban dibidang botani, seperti bunga Rafflesia dan bunga bangkai Amorphophallus, menjadi daya tarik pariwisata baik di tingkat domestik maupun mancanegara. Selain itu, hutan kaya akan pemandangan yang indah dan memberikan pengalaman yang menarik sebagai objek pariwisata.
2.    Perdagangan
               Beberapa spesies endemik di Indonesia menjadi sasaran utama pada masa kolonialisasi sejak abad 17 hingga 19. Cengkeh dan pala, juga kayu manis, merupakan produk alam yang memberikan sumbangan nyata bagi imperialisme dunia pada masa itu. Selain itu, beberapa spesies tanaman memasuki wilayah Nusantara untuk dibudidayakan dalam jumlah besar sejak masa kolonial. Kina, kopi, karet, hingga kelapa sawit ialah contoh warisan yang memberikan kontribusi nyata kepada industri nasional hingga saat ini.


3.    Sumber Pangan
               Akhir-akhir ini pangan menjadi perhatian banyak kalangan karena salah satu tantangan besar dunia adalah produksi pangan. Dengan keanekaragaman hayati yang dimiliki, Indonesia selayaknya mengembangkan banyak alternatif pangan dari kekayaan hayatinya.
4.    Bisnis Kesenangan
               Keragaman hayati selain bisa sebagai sumber inspirasi yang tertuang dalam beberapa karya arsitektur, seni lukis, foto, kerajinan, dan lain-lain, juga menjadi salah satu bisnis yang menggiurkan melalui pengembangan tanaman hias. Beberapa tahun lalu Indonesia digegerkan melejitnya jenis tanaman Anthurium dan Aglaonema. Pengembangan dan bisnis tanaman hias akan terus berkembang selama keragaman hayati masih tersedia di alam sebagai bahan persilangan. Melalui kreativitas para pemulia tanaman, berbagai macam tumbuhan berpotensi menjadi tanaman hias yang 'dibentuk' menjadi komoditas baru yang memikat mata dan rasa.
5.    Pengembangan Industri Obat-Obatan
               Keanekaragaman hayati sudah terbukti menjadi bahan dasar obat-obatan modern. Senyawa aktif yang ditemukan dari tumbuhan kemudian dikembangkan menjadi obat modern. Beragam jenis jahe dan temu-temuan berperan sebagai minuman penyegar yang kita kenal sebagai jamu. Pengetahuan tumbuhan sebagai obat dimulai dari kearifan lokal masyarakat yang sayangnya jarang sekali diwariskan kepada generasi berikutnya. Maka, sangat wajar jika Elizabeth Lindsey, sebagai mitra dari National Geographic Society, mengungkapkan bahwa setiap tetua adat yang menjelang akhir hayatnya identik dengan sebuah perpustakaan pengetahuan tradisional yang sedang terbakar.

               Inilah beberapa potensi dari Keanekagaraman Hayati di Indonesia , apabila kita jalankan maka bisa meningkatkan kesehjateraan kita sebagai rakyat Indonesia,kita tidak boleh berpikiran sempit,pekerjaan bukan hanya muncul dari pemerintahan,tapi kita bisa menciptakanya sendiri dengan memanfaatkan apa yang kita miliki.










Bab 3
Penutup
3.1 Kesimpulan
               Dari pembahasan pada makalah ini maka dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman negara kita,negara indonesia ini sangatlah tinggi kita sebagai rakyat Indonesia haruslah berbangga dan jangan pernah berkecil hati karena negara kita ini negara yang sangat istimewa,kita sebagai rakyat indonesia tidak boleh membiarkan potensi – potensi yang ada pada negara kita ini terbengkalai sia - sia,kita seharusnya melihat berbagai macam peluang usaha yang bisa kita dapatkan dari keanekaragaman hayati negara kita,disamping memanfaatkanya kita juga harus menjaga kelestarianya agar tetap bertahan lama.
3.2 Saran
               Saran penulis untuk pembaca jagalah keanekaragaman hayati negara kita ini jangan biarkan mereka hancur karena kehancuranya akan berefek sangat besar kepada kelangsungan kehidupan di negara Indonesia ini.















Sumber

2 komentar: